Malaikat bdiri dn mnatapku,
bntang brkilau dlm mimpi ..
Galaksi trsenyum pda pahitnya CINTA ..
kulepas kelam, kutatap janji itu .
Kbuka lksana pngupah rasa. Msi adkah kta.Kta itu dlm htimu ?
Msi adkah crita indah itu?
Jujur, ak dn langit msh mnyimpan knangan itu.
Tapi, mengapa kw bungkam ?
Mngapa kau hnya mnatap tanah,tnah kering it?
Hatiku sakit,
ak msh pnya rasa itu, tp kau abaikan ..
Kau tinggalkan
Cinta yang masih terpahat
00.46 |
Read User's Comments(0)
Just For Laugh
00.32 |
Cinta . . ?
Apa itu cinta ?
Cinta =>suatu yg brkelip-kelip, trkadang trtutup awan, mirip bntang! Tp cnta bkan bntang, krna cinta tdk brsudut, tdk brsegi, sulit d tbak dn itulah yg mmbuat smua jd indah ..
Cnta=> adlah ruang dn wktu,
dtang dn menghilang ..
Smua krna sang pncipta,
cnta bkn skedar bualan*,
cnta bkn skdar kta* indah ..
disuruh buat BEL LISTRIK sederhana :@
00.16 |
Berangkat dari tugas kuliah mengenai pemberdayaan media belajar IPA yang dikerjakan secara kelompok, akhirnya saya dan beberapa rekan kelompok mulai mencoba membuat media belajar dalam bidang IPA yaitu bel listrik.
Media ini digunakan sebagai media belajar atau alat bantu belajar bagi siswa SMP kelas IX. Melalui media ini harapan kedepannya siswa dapat belajar secara aktif melalui perkembangan pola pikirnya dalam memahami prinsip kerja bel listrik sebagai bekal awal penemuan konsep dasar dari sesuatu yang dipelajarinya.
Sehingga diharapkan siswa tidak hanya belajar melalui teori saja yang secara klasiknya bersifat “semu” hingga mengakibatkan siswa terpaksa harus menghafal huruf demi huruf, melainkan juga memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar secara “nyaman” sesuai kemampuan mereka masing–masing, tentunya dengan bimbingan guru bidang studi sebagai fasilitator dan motivator.
Berbekal buku Science Plus Technology and Society yang saya dapatkan sewaktu SMA, saya menemukan sedikit petunjuk mengenai perangkat bel listrik sederhana beserta cara pembuatannya. Jika melihat definisi yang beredar di berbagai sumber informasi, barangkali saya mendefinisikan bel listrik sebagai suatu alat yang mampu menghasilkan suara dari adanya perubahan energi listrik menjadi magnet (yang nantinya menimbulkan energi gerak yang berfungsi sebagai sumber pelaku timbulnya suara).
Gambar di bawah berikut merupakan bel listrik sederhana yang berhasil kami buat dengan
sumber energi listrik dari baterai kering atau dapat juga dengan menggunakan adaptor. Rekomendasi kami untuk sumber energi listrik sebaiknya menggunakan adaptor dibandingkan baterai, karena adaptor dapat mensuplai arus yang cukup konstan untuk kebutuhan bel. Sedangkan jika menggunakan baterai, energi listrik akan semakin melemah dan hilang dalam waktu yang cukup singkat.
Hal ini kami berikan karena memang telah kami alami sewaktu proses pembuatan bel listrik. Bahan-bahan yang digunakan untuk mengkonstruksi bel ini pun berasal dari barang-barang bekas yang mudah ditemui disekitar kita.
Besarnya energi listrik yang diperlukan adalah berkisar dari 9 sampai dengan 18 volt. Jika energi listrik yang diberikan terlalu kecil maka bel listrik tersebut tidak dapat bekerja secara optimal atau bahkan tidak bekerja sama sekali.
Namun jika energi listrik yang dialiri terlalu besar maka akan sangat berbahaya dan yang jelas bel listrik tersebut akan terbakar karena timbul energi panas yang berlebih. Untuk hal ini sangat tidak dianjurkan.
Hal ini kami berikan karena memang telah kami alami sewaktu proses pembuatan bel listrik. Bahan-bahan yang digunakan untuk mengkonstruksi bel ini pun berasal dari barang-barang bekas yang mudah ditemui disekitar kita.
Besarnya energi listrik yang diperlukan adalah berkisar dari 9 sampai dengan 18 volt. Jika energi listrik yang diberikan terlalu kecil maka bel listrik tersebut tidak dapat bekerja secara optimal atau bahkan tidak bekerja sama sekali.
Namun jika energi listrik yang dialiri terlalu besar maka akan sangat berbahaya dan yang jelas bel listrik tersebut akan terbakar karena timbul energi panas yang berlebih. Untuk hal ini sangat tidak dianjurkan.
Untuk membuat bel listrik, beberapa komponen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
- Satu lembar papan kayu (ukuran 30x25 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm).
- kawat tembaga 1 utas/tanpa penyambungan (berdiameter 1 mm, panjang 11 m).
- 1 buah saklar/peyambung dan pemutus arus .
- Satu buah baterai 9 volt atau adaptor yang memiliki rentang tegangan 9-18 volt.
- Satu batang paku besi 9 inci.
- 10-15 sekrup kecil atau paku kecil(paku triplek). Jumlah dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau desain yg telah dibuat.
- Lembaran aluminium dari bekas kemasan minuman kaleng. Ambil dari kemasan kaleng kira-kira 2 buah.
- batang kayu berukuran batang spidol besar (atau sekitar berdiameter 1-1,5 cm).
- Pelat besi yang dibuat menyiku 90 dejarat. Tebal pelat sekitar 1 mm.
- Satu sekrup 1 inci beserta bautnya.
- Satu sekrup berukuran 1,5 inci.
- Satu buah bel atau lonceng.
- Satu pelat besi tipis ukuran 1x15 cm (bisa didapatkan dari kaleng yang non-aluminium)
- Satu pelat baja tipis ukuran 1x7 cm (bisa dari cutter bekas yang sudah ditumpulkan bagian mata pisaunya).
- Dua buah sekrup kecil yang biasa digunakan pada alat-alat elektronik.
Sedangkan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan bel yaitu:
- Tang (bisa tang lancip atau tumpul).
- Palu.
- Obeng minus dan plus ukuran kecil.
- pisau kecil/pisau lipat.
- gunting tumpul (gunting bekas).
- solder beserta kawat timahnya.
- mistar dan pensil.
Langganan:
Komentar (Atom)





